Delphi pertama kali diperkenalkan oleh Borland pada tanggal 14 Pebruari 1995. Delphi memiliki sejarah yang hebat dalam kesuksesannya mengembangkan aplikasi berbasis Windows dan Client/Server. Delphi didasari oleh Object Pascal Language.
Saat ini Delphi telah merilis versi 14 (Embarcadero Delphi 2010). Jika dilihat jauh kebelakang sejak Turbo Pascal (yang dirilis 25 tahun lalu), yang baru dari Delphi sekarang ini adalah perusahaan pemilik hak pengembangan Delphi (Embarcadero Technologies).
Angka kurang beruntung (13) tidak digunakan untuk menyebut versi Delphi 2010, tetapi angka 14 (versi 14), padahal Delphi versi sebelumnya adalah versi 12 (Delphi 2009). Untuk compiler Delphi sebenarnya sudah versi 20.
Sejak pembentukan devisi Code Gear oleh Borland dan kemudian diambil alih oleh Embarcadero Technologies, Delphi telah menjadi produk yang digunakan jutaan orang yang menjadikan Delphi tetap menjadi pemenang dalam hal platform atas Framewok dan ISV.
Win32 Dan Teknologi Lama
Jika anda membaca pemberitaan IT, melihat blog atau menghadiri konferensi, sangat jelas terlihat bahwa teknologi terbaru selalu menjadi trend, banyak digunakan, handal dan stabil. Tetapi sebenarnya tidak semua benar.
Dari pengembangan Cobol sampai Mainframe, lalu dari Komputer AS/400 sampai database DBF, ada ribuan teknologi lama yang tidak hanya dipertahankan tetapi juga masih menjadi teknologi yang bisa memberikan penghasilan besar. Alasan dipertahankan mungkin untuk Compatibility, tetapi sebenarnya lebih karena banyak perusahaan yang menggunakan teknologi lebih suka menggunakan teknologi lama yang sudah terbukti handal daripada mengambil resiko menggunakan teknologi baru yang belum teruji. Sehingga jika suatu teknologi baru dibuat dan masih mendukung teknologi lama yang handal maka para pemakai teknologi tidak ragu untuk membeli karena akan mendapatkan dua keuntungan yaitu teknologi high end dan kehandalan teknologi lama.
Sebagai ilustrasi jika kita melihat sisi Windows, Microsoft telah membuat dan mengembang banyak library dan dasar arsitektur dari .NET framework, tetapi tetap tidak membuat .NET menjadi teknologi handal dalam membuat aplikasi Client/Server. Sebagai pemrograman Delphi saya sendiri tetap masih melihat dan merasakan bahwa arsitektur VCL dari Delphi masih yang terbaik untuk aplikasi Client/Server. Contoh lain yang lebih ekstrim adalah Micro ISV, Vendor-vendor pengembang tool sederhana, pengembang shareware, pengembang internet utilities ... semua produk mereka tidak memiliki dukungan platform yang baik dan handal, sehingga sangat sulit untuk dikembangkan (upgrade). Ini yang menjadi alasan mengapa Delphi menjadi solusi yang baik dan handal untuk pengembangan aplikasi dan lingkungannya. Pengalaman saya menunjukkan satu-satunya yang bisa bersaing adalah Visual C++. Tetapi Visual C++ MFC library hanya merupakan layer kecil dalam platform Windows API, tidak seperti Delphi yang merupakan suatu platform besar (bukan layer) yang mampu melakukan pengaturan memori yang baik, pengaturan runtime service yang baik, mendukung internet, memiliki koneksi database yang lengkap dan masih banyak lagi.
Win32 artinya Windows 32 bit. OS Windows sekarang ini sudah Win64 (Windows 64 bit), tetapi Microsoft tetap merilis versi Win32 untuk OS barunya. Mengapa Win32 masih dirilis ? Ini dikarenakan teknologi Win32 masih banyak digunakan sampai saat ini karena dinilai sangat handal dibandingkan Win64 yang belum teruji.
Karakter Pada Delphi
Sejak Delphi 2009 dirilis, dukungan karakter standar dari delphi bertambah lagi yaitu Unicode. Unicode adalah nama untuk standar karakter internasional, yang terdiri dari angka, huruf dan simbol-simbol yang digunakan didunia. Unicode Standard biasa juga disebut ISO/IEC 10646 dibuat dan didokumentasikan oleh Unicode Consortium, yang berisi lebih dari 100.000 karakter (karakter = angka/huruf/simbol). Untuk mengetahui lebih jauh tentang Unicode silahkan mengunjungi web site mereke http://www.unicode.org/
Macam-macam Karakter :
1. ASCII
ASCII singkatan dari American Standard Code for Information Interchange. Dikembangkan awal tahun 60-an sebagai standar pengkodean untuk karakter komputer. Terdiri dari 26 huruf yang ada dalam bahasa Inggris (huruf besar dan kecil), angka dari 0 s.d. 9, simbol-simbol tanda baca dan angka-angka yang menjadi simbol untuk karakter kontrol. ASCII menggunakan sistem pengkodean 7 bit untuk membedakan 128 karakternya. Yang dapat dilihat sbb :
Saat ini ASCII telah dikembangkan menjadi ASCII 8 bit (ASCII-8), yang terdiri dari 128 karakter terdahulu (ASCII-7) ditambahkan 128 karakter lain.
2. Windows 1252 Dan ISO 8859
Di dunia ini banyak sekali bahasa nasional dan bahasa daerah, yang menggunakan simbol-simbol yang berbeda, sehingga tidak memungkinkan penambahan 128 karakter pada ASCII-8 bisa mewakili semua simbol-simbol yang ada. Oleh karena itu Windows membuat format kumpulan karakter yang berbeda yang diberi nama Code Page, yang berisi kumpulan-kumpulan karakter yang dibuat berdasarkan konfigurasi lokal OS yang digunakan dan versi Windows.
Selain Windows 1252, sistem pengkodean yang juga menggunakan cara paging adalah ISO 8859 Standard yang berisi kumpulan karakter yang dibuat berdasarkan pengaturan regional (negara). Kumpulan karakter yang paling banyak digunakan adalah kumpulan Latin atau biasa disebut ISO 8859-1.
Jika anda melihat kumpulan karakter Windows 1252 dan ISO 8859-1, terlihat hampir sama, tetapi sebenarnya Windows 1252 lebih banyak jumlah karakternya, contohnya simbol € ada pada Windows 1252 tetapi tidak ada pada ISO 8859-1.
Kumpulan karakter Windows 1252 adalah sbb :
Walaupun jumlah kumpulan karakter ISO 8859 ada 16 kumpulan, tetapi ISO 8859 masih jauh untuk dikatakan telah mencakup semua simbol yang ada di dunia. Untuk Windows Code Page, digunakan cara multi byte untuk mewakili bahasa Chinese dan bahasa-bahasa lain yang tidak menggunakan huruf latin. Tetapi cara implementasinya kurang baik.
3. Unicode (Alphabet Untuk Seluruh Dunia)
Dibalik ide pembuatan pengkodean karakter pada Unicode (yang membuat Unicode sangat sederhana) adalah setiap karakter tunggal dikodekan kedalam sebuah angka unik (tidak ada yang sama) atau biasa disebut code point. Disini saya tidak akan menjelaskan teori Unicode yang kompleks, tetapi hanya hal-hal yang penting dari Unicode yang berhubungan dengan Delphi. Jika anda ingin mengetahui teori Unicode secara lengkap anda bisa membaca buku elektronik tentang Unicode yang bisa didapatkan di www.unicode.org/book/aboutbook.html
Berikut ini ada 256 karakter pertama Unicode :
Terlihat bahwa original ASCII-7 sama dengan Unicode dan juga hampir semua karakter yang diperluas sama.
Yang membingungkan dibalik Unicode (yang membuat Unicode sangat kompleks) adalah ada banyak cara untuk merepresentasikan code point yang sama dalam persyaratan-persyaratan yang dibutuhkan untuk menyimpannya di media penyimpanan dalam bentuk byte fisik. Cara mewakili semua karakter Unicode sederhana dan seragam dengan menggunakan ukuran 4 byte tiap code point, hal ini yang membuat pengembang aplikasi kurang cocok menggunakan Unicode karena terlalu banyak memori yang digunakan dan membuat pemrosesan data menjadi lambat.
Salah satu pilihan yang baik menggunakan Unicode adalah menggunakan reperesentasi yang kecil dengan mewakili satu karakter dengan beberapa code point (1 s.d. 2 code point dengan maksimal 4 code point). Metode ini disebut representasi Variable Length, yang umum dikenal seperti UTF-8 dan UTF-16. Pada UTF-16 yang memetakan langsung code point dengan 2 byte, tidak lagi bisa mewakili karakter Unicode yang sudah lebih dari 100.000 karakter jumlahnya. Untuk itu Unicode memiliki membagi karakter menjadi sub-sub kumpulan karakter yang biasa disebut UCS-2, yang direferensikan sebagai Basic Multingual Plane (BMP).
Gabungan beberapa code point dapat diwakili oleh sebuah grapheme. Grapheme adalah visual karakter, artinya karakter yang bisa dilihat langsung pada perangkat ouput komputer (seperti monitor, printer dsb). Ini berarti bahwa grapheme bukanlah sebuah karakter, tetapi penggabungan lebih dari satu karakter yang membentuk karakter baru. Sebagai contoh untuk ilustrasi grapheme, jika karakter รก ingin ditampilkan sebagai grapheme, karakter tsb dapat dibentuk dari dua code point yaitu huruf latin a (#$0061) dan simbol ´ (#$0300). Dalam kode Delphi sbb :
var
str : string;
begin
str := #$0061 + #$0300;
ShowMessage(str);
end;
Dari kode diatas dapat dilihat bahwa dua karakter yang diwakili dua code point menghasilkan satu grapheme.
UTF (Unicode Transformation Formats) dibagi atas :
- UTF-8, merupakan algoritma yang mengubah karakter kedalam pengkodean Variable Length dengan ukuran 1 s.d. 4 byte. UTF-8 populer digunakan di HTML dan protokol sederhana.
- UTF-16, populer digunakan di OS (seperti Windows) dan lingkungan pengembangan aplikasi. UTF-16 mudah digunakan untuk membentuk grapheme karena hampir semua karakternya berukuran 2 byte, sehingga bisa mempercepat pemrosesan data.
- UTF-32, paling cepat dalam pemrosesan data (karena semua code point berukuran sama), yang menjadi kelemahannya adalah ukuran code point besar sehingga menggunakan memori sangat besar untuk digunakan dan memiliki banyak batasan dalam penggunaan praktis.
Jika suatu file dibuat dan file tsb menggunakan karakter Unicode, maka pada file pada dibuat header yang menunjukkan bahwa Unicode digunakan pada file dan urutan byte mana yang digunakan BE atau LE (BE = big-endian ; LE = little-endian). Header ini disebut BOM (Byte Order Mark). Jenis-jenis BOM :
- 00 00 FE FF UTF-32 big-endian
- FF FE 00 00 UTF-32 little-endian
- FE FF UTF-16 big-endian
- FF FE UTF-16 little-endian
- EF BB BF UTF-8



0 komentar:
Posting Komentar